Baru-baru ini, Triconex Industries mendapat risiko ketika itu
Hacker mengupayakan masuk ke sistem keamanan, mengupayakan mengendalikan sesuatu. Serangan ini mempunyai pola. Mereka diciptakan di industri gas dan minyak.
Ketika dilacak, sejumlah upaya hack dilaksanakan di sekian banyak industri tetapi serangan kesatu diadukan terjadi di Timur Tengah, para berpengalaman mempercayainya sebagai Arab Saudi.
Namun, diperlukan sedikit waktu supaya serangan dapat keluar secara terbuka sebab para hacker disebutkan berada dalam mode diam-diam.
Bagaimana Tanaman Saudi Diretas?
Berdasarkan keterangan dari Galina Antova, di antara pendiri Claroty, perusahaan ketenteraman maya, peretas memakai malware yang dinamakan Triton yang menunjukkan bahwa sistem ini beroperasi dengan baik sebenarnya sebenarnya tidak demikian.
Triton dapat memprogram ulang kontrol peralatan produksi Schneider Electric. Peralatan yang diciptakan perusahaan seringkali untuk mengamankan nyawa manusia sebab mereka adalah "alat pengaman" yang dipakai oleh pekerja ketika bekerja di lapangan.
Malware ini telah sukses menggantikan kontrol ketenteraman dan program workstation terkontrol dari jarak jauh melewati hacker.
Para hacker kesatu kali melalui controller ke dalam sistem guna memprogram ulang ketenteraman pabrik sampai-sampai serangan itu tidak bisa dilihat.
Bagaimana Serangannya Hancur?
Wakil Presiden CyberX, bareng firma keamanannya, mengejar jejak Triton di sistem. Dia mengisyaratkan bahwa Iran terlibat semenjak negara itu dalam suatu berita sebab mencoba merayu perusahaan Saudi pada tahun 2012 dan 2017 untuk memakai virus yang dinamakan Shamoon.
Apa yang mesti disebutkan Schneider Electric?
Mereka menyebut borongan peristiwa kejadian yang terisolasi dan menuliskan bahwa sistem mereka tidak rentan terhadap serangan semacam itu. Namun, mereka menuliskan akan menginvestigasi masalah ini dan mengerjakan tindakan pencegahan.
